Penyebab Utama Anda Rentan Kena Penyakit Kronis di Usia yang Masih Remaja

19 October 2018 - Kategori Blog

Penyakit kronis tidak menyebar seperti penyakit jantung, hipertensi, serta diabetes sampai kini dijuluki menjadi “penyakit kakek-nenek”. Akan tetapi dari tahun ke tahun, semakin banyak penemuan diagnosis penyakit akut pada remaja serta anak-anak umur belia. Lalu apa aspek resiko penyakit akut pada remaja? Baca di sini penuturannya.

Penyebab Utama Anda Rentan Kena Penyakit Kronis di Usia yang Masih Remaja

Masalah penyakit akut pada remaja di Indonesia
Serangan penyakit tidak kenal umur. Jadi, umur remaja ikut tidak betul-betul jamin Anda terlepas dari resiko penyakit akut.

Data dari Penelitian Kesehatan Basic 2013 tunjukkan jika dari 25,8 % keseluruhan masalah hipertensi nasional, kira-kira 5,3% salah satunya ialah remaja berumur 15-17 tahun; lelaki 6% serta wanita 4,7%. Selain itu, 5,9% anak Indonesia berusia 15-24 tahun menderita asma. Dikutip dari Republika, masalah diabetes pada anak dibawah 18 tahun alami penambahan yang tinggi sekali dalam lima tahun paling akhir, yakni sampai 500% dari mulanya.

Menyambung data Riskesdas 2013, penyakit akut tidak menyebar mengakibatkan 71 % dari keseluruhan kematian. Termasuk juga salah satunya penyakit jantung (37 %), kanker (13 %), penyakit pernafasan kronik seperti asma serta PPOK (5 %), diabetes (6 %), serta penyakit akut yang lain (10 %).

Aspek resiko timbulnya penyakit akut pada remaja
Resiko penyakit akut biasanya di pengaruhi oleh genetik turunan dalam keluarga serta sekitar lingkungan. Akan tetapi spesial pada remaja, aspek resiko pentingnya ialah pola hidup jelek seperti merokok, rutinitas makan tidak sehat, serta kurang gerak, papar dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Sub Direktorat Penyakit Paru Kronik serta Masalah Imunologi Dirjen P2PTM Kemenkes RI, saat didapati team Hello Sehat di Kuningan pada acara peluncuran program Young Health Program kerjasama pada AstraZeneca serta Kemenkes RI, Selasa (14/8).

Berdasar pada data Riskesdas 2013, perokok anak umur 15 tahun ke atas sebesar 36.6 %. Pada 2016, angka ini bertambah sampai 54 % dari seputar 65 juta remaja di Indonesia. Merokok serta kurang gerak bisa tingkatkan resiko pembekuan darah yang bisa menghalangi saluran darah ke jantung. Skema makan jelek (tinggi kalori, lemak, cholesterol, gula, serta garam) bisa menyebabkan penimbunan plak dalam pembuluh.

Semua komponen dari style tidak hidup sehat ini saling menyebabkan pembuluh darah menyempit serta mengeras, satu keadaan yang dikatakan sebagai aterosklerosis, yang membuat jantung mesti kerja sangat keras untuk memompa darah. Semakin lama desakan darah akan naik selalu sampai beresiko hipertensi.

Pola hidup tidak sehat dapat juga mengacaukan produksi hormon serta enzim badan, termasuk juga produksi insulin. Walau sebenarnya, insulin bertindak terpenting untuk mengendalikan gula darah serta desakan darah. Penambahan kandungan gula darah yang tidak teratasi bisa menyebabkan tanda-tanda diabetes sekaligus juga mengakibatkan rusaknya pembuluh darah kapiler. Rusaknya kapiler dapat mengganggu kerja ginjal untuk mengendalikan desakan darah, yang manakah akan tingkatkan resiko seorang terserang hipertensi.

Diabetes serta hipertensi ialah “orang tua” dari beberapa munculnya penyakit akut yang lain, seperti penyakit jantung serta stroke. Pola hidup tidak sehat memberi sampai 80 % dari pemicu munculnya penyakit akut di umur muda.

Aplikasikan taktik CERDIK untuk kurangi resiko penyakit akut semenjak muda
skema makan sehat anak berat tubuh baik anak

Mengawali pola hidup sehat memang tidak gampang. Akan tetapi, bila Anda telah prinsip serta meyakini untuk merubah pola hidup lebih sehat, itu akan berasa gampang.

“Untuk makin mempermudah penduduk mulai melakukan pola hidup sehat, Kemenkes mencanangkan prinsip CERDIK,” papar dr. Sandra.

Pergerakan CERDIK sendiri ialah singkatan dari.

Cek keadaan kesehatan dengan berkala, termasuk juga berat serta tinggi tubuh sampai kandungan gula darah, cholesterol, serta desakan darah. Cek kesehatan teratur bisa diawali semenjak umur 15 tahun, untuk 1 tahun sekali. Cek kesehatan bermanfaat untuk menjumpai awal resiko Anda pada penyakit. Bila Anda telah beresiko penyakit akut, sebaiknya kontrol kesehatan Anda seringkali.
Enyahkan asap rokok serta berhenti merokok.
Rajin beraktivitas fisik minimum 30 menit dalam satu hari, seperti berolahraga, berjalan kaki, bersihkan rumah. Kerjakan kegiatan fisik secara teratur.
Diet dengan gizi seimbang, mengkonsumsi makanan sehat, makan buah sayur yang cukuplah, jauhi makanan manis yang terlalu berlebih serta minuman berkarbonasi.
Istirahat yang cukuplah, yakinkan Anda memperoleh tidur yang cukuplah dalam satu hari, sekurang-kurangnya tidak kurang dari tujuh atau delapan jam.
Kelola depresi dengan baik.
Prinsip CERDIK dapat juga sekaligus juga meminimalkan atau bahkan juga menggagalkan aspek resiko penyakit akut yang telah Anda punya, contohnya desakan darah tinggi atau gula darah tinggi. Bahkan juga berolahraga saja telah bisa menolong turunkan desakan darah, tutup dr. Sandra.

😡
☹️
😐
☺️
😍