Penyakit Gondok

09 July 2017 - Kategori Blog

Penyakit Gondok

Penyakit gondok yaitu keadaan di mana berlangsung pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid yaitu organ berupa kupu-kupu yang terdapat pas dibawah jakun. Kelenjar ini mempunyai peranan perlu, yakni untuk memroduksi hormon tiroid yang bertindak dalam beragam beberapa sistem kimiawi yang berlangsung pada badan.

Pada keadaan normal, kemampuan kelenjar tiroid relatif tidak kita sadari sama dengan organ-organ dalam yang beda. Namun bila berlangsung pembengkakan, kelenjar tiroid juga akan membuat tonjolan pada leher. Tonjolan ini juga akan bergerak naik serta turun waktu anda menelan.

Ukuran tonjolan pada penyakit gondok ini beragam pada semasing orang. Pada nyaris beberapa besar masalah, pasien penyakit gondok akan tidak rasakan tanda apa pun terkecuali ada tonjolan di leher. Tetapi pada masalah yang kronis, tanda seperti batuk-batuk, leher merasa tercekik, nada jadi serak, sulit menelan, serta kesusahan bernapas bisa dirasa oleh pasien.

Beberapa jenis Penyakit Gondok

Ada dua type gondok, yakni gondok difus serta nodul. Pengelompokan ini berdasar pada struktur tonjolannya.

Tonjolan pada gondok difus merasa mulus waktu disentuh. Sesaat pada gondok nodul, tonjolan merasa tidak rata serta bergumpal. Permukaan yg tidak rata itu dikarenakan oleh ada satu atau lebih tonjolan memiliki ukuran kecil atau jika ada cairan dalam tonjolan.

Beberapa gejala Penyakit Gondok

Tidak semuanya pasien gondok alami tanda. Tetapi jika berlangsung tanda, jadi timbulnya tonjolan abnormal atau pembengkakan pada leher yaitu sinyal paling utama yang juga akan dikeluhkan oleh pasien.

Ukuran tonjolan gondok tidak sama pada setiap pasien. Tonjolan yang memiliki ukuran kecil umumnya akan tidak menyebabkan yang dirasakan apa pun. Walau sekian, tonjolan itu bisa merubah pernafasan dan mengakibatkan pasien susah menelan bila ukurannya jadi bertambah besar.

Beberapa gejala beda yang mungkin saja mengikuti pembengkakan mencakup tenggorokan yang merasa membengkak, pergantian nada (umpamanya jadi serak), batuk-batuk, dan kesusahan bernapas serta menelan.

Bila rasakan beberapa gejala diatas, terlebih untuk pasien dengan tonjolan yang selalu jadi membesar serta alami kesusahan bernapas atau menelan, Anda baiknya selekasnya memperiksakan-diri ke dokter.

Penyebabnya Penyakit Gondok

Gondok kadang-kadang susah diketemukan pemicunya karna begitu bermacam. Namun terdapat banyak aspek yang biasanya dapat menyebabkan penyakit ini. Salah satunya yaitu :

Hipertiroidisme serta hipotirodisme. Penyakit gondok bisa berlangsung karna kemampuan kelenjar tiroid yang terlalu berlebih (hipertiroidisme) atau alami penurunan (hipotiroidisme). Keduanya juga akan menyebabkan pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme umumnya dikarenakan oleh penyakit Graves. Sesaat hipotiroidisme bisa dipicu oleh kekurangan yodium atau penyakit Hashimoto. Penyakit Hashimoto serta penyakit Graves adalah keadaan autoimun.

Defisiensi yodium. Yodium diperlukan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid. Zat ini bisa diketemukan dalam ikan, tiram, rumput laut, sereal, biji-bijian, dan susu sapi. Karna kekurangan yodium, kemampuan kelenjar tiroid juga akan alami penurunan serta alami pembengkakan.

Merokok. Asap tembakau yang memiliki kandungan senyawa tiosianat bisa merubah kekuatan badan dalam menyerap yodium.

Kehadiran nodul dalam kelenjar tiroid. Umumnya nodul ini sifatnya jinak. Akan tetapi, tetaplah membutuhkan kontrol yang menyeluruh untuk singkirkan peluang keganasan.

Dampak kanker tiroid.

Inflamasi kelenjar tiroid karena infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan spesifik.

Pergantian hormon karna pubertas, kehamilan, serta menopause.

Pajanan radiasi, umpamanya waktu melakukan radioterapi.

Dampak obat litium yang biasanya dipakai untuk mengatasi depresi serta masalah bipolar.

Aspek-faktor Resiko Penyakit Gondok

Gondok bisa menyerang siapapun, namun terdapat banyak aspek yang bisa tingkatkan resiko seorang untuk terserang penyakit ini. Aspek-faktor penyebab itu mencakup :

Umur. Resiko gondok juga akan emningkat pada umur 40 th. ke atas.

Type kelamin. Wanita mempunyai resiko lebih tinggi untuk alami masalah tiroid dibanding pria.

Aspek keturunan. Mempunyai anggota keluarga yang menderita kanker tiroid atau penyakit autoimun juga akan tingkatkan resiko penyakit gondok.

Obat-obatan seperti amiodarone dan yang memiliki kandungan litium.

Kehamilan serta menopause. Resiko masalah tiroid bertambah ketika wanita tengah hamil atau menopause, namun pemicunya belum juga di ketahui dengan tentu.

 

😑
☹️
😐
☺️
😍

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter