Infeksi Luka Pasca Operasi

22 October 2018 - Kategori Blog

Infeksi luka operasi (ILO) ialah infeksi yang muncul pada luka sisa irisan operasi. Dalam mekanisme operasi, dokter bedah akan membuat irisan pada kulit dengan memakai pisau bedah, hingga memunculkan luka operasi. Walau sudah sama dengan mekanisme operasi serta lewat beberapa aksi mencegah, peluang timbulnya infeksi pada luka operasi tetap ada. Sejumlah besar infeksi luka operasi muncul dalam 30 hari pertama sesudah operasi.

Infeksi Luka Pasca Operasi

Ada tiga tempat yang sangat mungkin berlangsung infeksi luka operasi, yakni:

ILO irisan dangkal (superficial). Infeksi berlangsung cuma di ruang irisan kulit.
ILO irisan dalam (deep). Infeksi berlangsung pada irisan di otot.
Organ atau rongga. Type infeksi ini bisa berlangsung di organ serta rongga daerah operasi.
Pemicu Infeksi Luka Operasi
Infeksi luka operasi (ILO) biasanya dikarenakan oleh bakteri. Perumpamaannya ialah Staphylococcus, Streptococcus, serta Pseudomonas. Luka operasi bisa terinfeksi oleh bakteri-bakteri itu lewat bermacam-macam hubungan, diantaranya:

Hubungan pada luka operasi dengan kuman yang berada di kulit.
Hubungan dengan kuman yang menyebar di hawa.
Hubungan dengan kuman yang sudah berada di pada tubuh atau organ yang di operasi.
Hubungan dengan tangan dokter serta perawat.
Hubungan dengan alat-alat operasi.
Faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko seseorang pasien sesudah melakukan operasi untuk alami infeksi luka operasi ialah:

Melakukan mekanisme operasi yang memerlukan waktu lebih dari 2 jam.
Melakukan operasi sisi perut.
Melakukan operasi selekasnya (cito).
Orang lansia.
Menanggung derita kanker.
Mempunyai diabetes.
Mempunyai skema kebal badan yang lemah.
Obesitas.
Perokok.
Tanda-tanda Infeksi Luka Operasi
Infeksi luka operasi dapat memunculkan gejala-gejala, diantaranya:

Ruam kemerahan.
Demam.
Perasaan sakit.
Perih.
Luka berasa panas.
Pembengkakan
Proses pengobatan yang lama.
Terbentuknya nanah.
Luka operasi keluarkan berbau.
Diagnosis Infeksi Luka Operasi
Ada cara-cara yang dipakai seseorang dokter untuk menganalisis infeksi luka operasi, diantaranya:

Memerhatikan tanda-tanda.
Mengecek luka.
Ambil sampel cairan dari luka operasi untuk dikerjakan kultur perkembangan bakteri.
Penyembuhan Infeksi Luka Operasi
Ada banyak cara penyembuhan yang dipakai untuk menyembuhkan infeksi luka operasi, yakni:

Antibiotik. Obat ini dipakai untuk menyembuhkan sejumlah besar luka infeksi serta hentikan penyebarannya. Lamanya waktu penyembuhan dengan antibiotik beragam, akan tetapi umumnya berjalan sangat dikit 1 minggu. Bila luka atau ruang infeksi kecil serta dangkal, jadi antibiotik yang dipakai dapat berupa cream, seperti fusidic acid. Antibiotik dapat juga dikasihkan berbentuk suntikan atau tablet. Beberapa macam antibiotik yang sangat umum digunakan, diantaranya:
Co-amoxiclav.
Clarithromycin.
Erythromycin.
Metronidazole.
Beberapa luka yang terinfeksi oleh bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) akan tahan pada antibiotik yang biasanya dipakai. MRSA memerlukan antibiotik spesial untuk mengobatinya.

Mekanisme operasi invasif. Kadang, dokter bedah butuh lakukan operasi kembali untuk bersihkan luka. Aksi itu mencakup:
Buka luka operasi dengan melepas jahitan.
Lakukan tes kulit serta jaringan pada luka untuk menjumpai bila ada infeksi serta type penyembuhan antibiotik apakah yang akan dipakai.
Bersihkan luka dengan menghilangkan jaringan mati atau terinfeksi pada luka (debridement).
Bersihkan luka dengan larutan garam atau saline.
Menyalurkan nanah atau abses bila ada.
Tutup luka (bila berlubang) dengan kassa steril yang dibasahi oleh larutan saline.

😑
☹️
😐
☺️
😍